- Good News Everyday -

Minggu, 16 Desember 2018

Arab Saudi Larang Tiga Juta Warga Palestina Pergi Haji dan Umroh

Seusai gegap-gempita Asian Games, para pengelola ibadah haji dan umroh, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta, sudah mulai berselancar untuk melakukan update informasi disana-sini mengenai pengelolaan ibadah haji tahun 2018 atau 1439 Hijriyah. Yang juga sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini. Salah satu informasi yang ada yaitu, mengenai Pemerintah Arab Saudi yang melarang 1,5 juta warga Palestina di Israel untuk menunaikan ibadah haji dan umroh ke Makkah dengan menggunakan paspor dari Yordania. Demikian sebagaimana disebutkan media berbasis di London, Middle East Eye (MEE), Senin (12/11/2018).

Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang menghentikan penerbitan visa Haji dan Umroh untuk warga Palestina di Yordania, Lebanon, Al-Quds Timur, serta warga Palestina yang tinggal di Israel. Menurut sejumlah informasi terkait, aturan itu telah berlaku efektif sejak 12 September lalu.

Selama ini, warga Palestina di tempat-tempat tersebut menggunakan dokumen dan paspor yang dikeluarkan oleh pemerintah Yordania atau Lebanon. Setidaknya ada 2,94 juta warga Palestina di wilayah-wilayah tersebut yang terkena dampak dari kebijakan Saudi yang terbaru ini.  Mereka jelas mengalami kesulitan karena tidak memiliki akses paspor dari negara lain, yang memungkinkan bagi mereka untuk melakukan perjalanan haji dan umroh setiap tahunnya.

Informasi yang dikutip dari MEE tersebut, diperoleh setelah mewawancarai sejumlah agen perjalanan yang biasa melayani haji dan umrah, baik di Al-Quds Timur maupun Yordania. Mereka mengaku diberitahu oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania bahwa kedutaan Saudi di Amman meminta agar pengajuan visa dihentikan.

Berdasarkan informasi yang diterima, yang bersumber dari pihak internal pemerintahan Yordania mengatakan, kebijakan baru Saudi itu merupakan bagian dari kesepakatan dengan Israel. Tujuannya tak lain ialah untuk mengakhiri “identitas Palestina dan hak mereka untuk pulang ke kampung halaman”.

Mengutip lintasan percakapan narasumber, “Pemerintah Arab Saudi mendesak Pemerintah Yordania untuk me-naturalisasi para pengungsi Palestina di Yordania, Al-Quds Timur, dan juga termasuk warga Palestina di Israel. Hal yang sama bisa terjadi di Israel. Kemudian, Anda tidak akan memiliki masalah lagi dengan para pengungsi Palestina,” ucap sumber kepada MEE.
Yang ditutup dengan kalimat, “Semua itu adalah kesepakatan bilateral antara Israel dan Arab Saudi. Namun, agaknya, pihak Yordania masih menolak untuk me-naturalisasi pengungsi Palestina,” imbuhnya lagi. [ ]


Sumber : Berbagai sumber